Penyebab buta warna

By ontanjai No comments

“dilansir dari lama Halodoc” bahwa buta warna merupakan kondisi ketika pigmen pengindraan warna pada mata mengalami kesulitan sehingga terdapat kekurangan dalam membedakan warna. Tingkat penyakit tersebut berbeda-beda. Ada yang ringan ada pula yang parah. Akan tetapi sebagian besar buat sipenderitanya mengalami buta warna dari sejak kecil, sehingga dapat dikatakan kondisi seperti ini adalah bawaan dari lahir atau genetik. Padahal, ada banyak penyebab buta warna sehingga orang tersebut mengalaminya. Dalam medis disebutkan bahwasanya buta warna terbagi menjadi tiga. Ada yang mengalami kesulitan dalam membedakan warna merah dan hijau, ada pula yang kesulitan dalam membedakan warna kuning dan biru, ada pula yang tidak bisa membedakan warna satupun dalam artian semuanya tampak abu-abu dan hitam kondisi yang satu ini biasa disebut (achromatopsia). Penyebab buta warna pada umumnya terjadi karena faktor keturunan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan apabila buta warna terjadi karena dari penyebab lain. Misa, trauma pada mata, penuaan, penyakit tertentu, dan lainnya. berikut akan disebutkan beberapa penyebab buta warna yang harus kita ketahui. Diantaranya:

  • Glaukoma

Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata yang menyerang saraf optik, sehingga terjadi gangguan dalam penghantaran informasi visual dari mata ke otak. Kondisi ini paling banyak disebabkan oleh adanya tekanan abnormal di dalam mata, sehingga jaringan saraf optik perlahan terkikis dan menyebabkan gangguan penglihatan

  • Macular degeneration

Macular degeneration atau degenerasi makula adalah kelainan mata yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa penglihatan kita terdiri atas 2, yaitu visi sentral dan visi tepi. Visi sentral adalah apa yang terlihat ketika menatap lurus ke depan, sedangkan visi tepi adalah apa yang terlihat di samping ketika menatap lurus ke depan. Nah, degenerasi makula adalah kondisi ketika kamu mengalami gangguan dalam melihat visi sentral.        

  • Katarak

Munculnya gumpalan putih dan menyerupai awan pada lensa mata itulah yang dimaksud kondisi katarak sehingga menjadi penyebab buta warna. Gumpalan ini dapat membuat lensa tidak mampu mengirimkan gambar yang jelas ke retina. Jika tidak segera ditangani, katarak dapat membuat pengidapnya mengalami gangguan penglihatan, bahkan buta warna.

  • Diabetic Retinopathy

Diabetic retinopathy adalah suatu kondisi yang terjadi sebagai komplikasi dari kerusakan pembuluh darah retina, pada orang yang mengidap diabetes. Kondisi ini dapat berkembang jika mengidap diabetes tipe 1 atau 2, dan sejarah panjang kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Meskipun umumnya diawali dengan masalah penglihatan ringan, diabetic retinopathy dapat berkembang menjadi buta warna, bahkan hilangnya penglihatan permanen.

  • Optic Neuritis

Optic Neuritis (ON) adalah kondisi ketika saraf optik pada mata mengalami peradangan. Saraf optik merupakan saraf pada mata yang berfungsi sebagai pembawa informasi visual dari mata ke otak. Kondisi peradangan ini dapat terjadi karena adanya infeksi ataupun penyakit saraf.

            Melihat pada kebiasaan yang terjadi buta warna disebakan karena faktor genetik, warisan dari orang tua atau keluarga lainnya. berbicara tentang buta warna yang pada umumnya sudah untuk disembuhkan. Beberapa sekelompok peneliti merancang sebuah terapi gen yang terbukti dapat menyembuhkan masalah buta warna pada monyet. Namun, terapi gen tersebut belum diresmikan untuk dinyatakan aman pada mata manusia yang mengalami buta warna “dilansir dari laman Helllosehat”. Buta warna bukan sesuatu yang bisa dikatakan berbahaya, karena kebanyakan orang yang mengalami buta warna tersebut akan lambat laun terbiasa dan mudah untuk beradaptasi dengan menunjukkan produktivitas kerja yang setara dengan orang-orang yang penglihatannya normal, atau bahkan bisa lebih baik lagi. Tim peneliti dari angkatan darat AS menemukan bahwa orang buta warna dapat melihat kamuflase warna dengan lebih baik, ketika orang dengan penglihatan warna normal dapat tertipu karenanya. Bahkan, penurunan penglihatan warna ini dapat membuat mereka lebih mampu membedakan tekstur dan kecerahan sebuah benda. Terlebih jika ada alat bantu seperti kacamata atau lensa khusus sipenderita buta warna tersebut.

Leave a Reply